ZEOLIT A SEBAGAI BUILDER DETERJEN

Desember 29, 2008

Pada umumnya, deterjen mengandung bahan-bahan Surfaktan, Builder, Filler dan Additives. Builder (Pembentuk) berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menonaktifkan mineral penyebab kesadahan air. Empat katagori builder :
a. Phosphates : Sodium Tri Poly Phosphate (STPP)
b. Acetates : Nitril Tri Acetate (NTA), Ethylene Diamine Tetra Acetate (EDTA)
c. Silicates: Zeolite
d. Citrates : Citrate acid

Sampel zeolit A dalam bentuk murni dengan kristalinitas yang tinggi disintesis melalui perlakuan hidrotermal dari abu layang batubara. Kapasitas ikatan kalsium dari zeolit A tersebut dan kualitas pendorong detergen dari zeolit A diuji coba dalam pemakaian zat penyusun detergent (builder detergent). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sampel zeolit A bersifat serupa sebagai salah satu pendorong dalam pemindahan ion kalsium selama siklus pencucian. Maka dari itu, dari uji coba, hasil tersebut menunjukkan bahwa sampel zeolit A melepaskan unsur-unsur seperti (Sb, As, Se dan Tl). Ini menunjukkan bahwa pengaruh toksilogi dari abu layang batubara yang diubah menjadi zeolit A tidak berdampak buruk pada sampel komersial.
Penggunaan STTP (sodium tripolofosfat) pada detergen sabun cuci sebagai builder diketahui sebagai salah satu sumber utama pengendapan fosfat di dalam air (Bhatt, 1995). Siklus fosfat melepaskan kalsium dan magnesium ke air dengan tujuan untuk pelarutan, pengemulsi, pelarutannya ramah terhadap lingkungan dan berperan sebagai pengganti surfaktan. Karena STTP berdampak membahayakan lingkungan, maka zeolit A digunakan sebagai alternatif builder detergent untuk merubah STTP. Dibandingkan dengan fosfat, zeolit A dapat ditambahkan untuk mencegah pembentukan kelarutan garam anorganik yang sangat sedikit, ini adalah faktor utama dalam pembentukan lapisan kotor pada bahan tekstil.

Iklan

Uji Kinerja Katalis ZSM-5 dalam Konversi Aseton menjadi Hidrokarbon Aromatik

Desember 21, 2008

abstrak
Aseton merupakan senyawa organik yang dapat diproduksi dari proses fermentasi maupun dari hasil reaksi katalitik produk turunan biomassa. Akan menjadi suatu skema rute baru, apabila dari senyawa aseton tersebut dapat ditransformasi menjadi senyawa hidrokarbon aromatis. Senyawatersebut merupakan bahan baku utama yang penting dalam proses industri petrokimia. Apabila proses katalitik untuk produksihidrokarbon tersbut dapat diupayakan, maka dimasa depan bisa melepas ketergantungan pada minyak bumi.Penelitian ini bermaksud untuk mengembangkan proses reaksi katalitik untuk memproduksi senyawa monoaromatik dari aseton menggunakan katalis ZSM-5. Reaksi dilakukan didalam reaktor pipa pada suhu 673 K, space velocity 4 h-1, bertekanan atmosferik. Tiga macam sampel katalis ZSM-5 dengan rasio Si/Al=25, 75 dan 100 diuji kinerjanya untuk dievaluasi konversi, yield aromatik serta kestabilan kinerjanya (catalytic durability test) selama 10 jam.Hasil pengujian memperlihatkan ketiga katalis tersebut memiliki kinerja yang hampir sama selama 2 jam uji reaksi. Konversi aseton hampir mendekati 100 %, dengan yield diatas 70 %. Namun, katalis ZSM-5 rasio Si/Al=25 masih mampu mempertahankan kemampuan kinerjanya, sedangkan katalis ZSM-5 dengan rasio Si/Al=75 dan 100, lebih mudah mengalami deaktivasi. Hasil karakterisasi permukaan katalis baik sebelum maupun sesudah reaksi, memperlihatkan ketiga rasio katalis ZSM-5 tersebut semuanya mengalami penurunan luas permukaan katalis (luasan total maupun luasan pori katalis). Oleh karenanya, deaktivasi katalis tersebut sangat dimungkinkan karena terbentuknya kokas dan menutupi pori-pori katalis (pore blocking).
Kata kunci : Konversi aseton; rasio Si/Al; aromatik; ZSM-5, deaktivasi


PENGARUH KONSENTRASI NaOH DALAM SINTESIS ZEOLIT A MURNI DARI FLY ASH MENGGUNAKAN METODE DUA TAHAP

Desember 18, 2008

ABSTRAK
Sintesis zeolit A murni diketahui dengan menggunakan empat konsentrasi larutan NaOH untuk melarutkan sumber Si dari fly ash dan dengan penambahan sumber Al, untuk membuat gel awal. Hasil percobaan menunjukkan, untuk metode dua tahap, bahwa konsentrasi NaOH dalam gel awal berperan penting dalam sintesis zeolit A bentuk murni dengan menggunakan fly ash sebagai bahan mentah. Umumya zeolit A bentuk murni dapat disintesis ketika digunakan kondisi berikut : konsentrasi NaOH 1.67, 5 dan 6.67 M, temperature sintesis 100°C, waktu kristalisasi yang sesuai 340, 250 dan 190 menit. Namun terdapat fase campuran zeolit A dan X yang diperoleh pada kondisi 3.33 M NaOH selama berbagai waktu kristalisasi. Didapatkan bahwa semakin tinggi konsentrasi NaOH yang digunakan semakin pendek waktu kristalisasi zeolit A yang diperlukan dan semakin sempit distribuasi ukuran partikel zeolit A yang dicapai. Selain itu, dalam study kami, kristal submikron zeolit A awalnya disintesis dari fly ash menggunakan metode dua tahap.
Kata kunci : konsentrasi NaOH, Zeolit A, Fly ash, Kristal Submikron, Metode dua tahap