mencari relasi bisnis..!!

Juli 10, 2009

chemical business merupakan salah satu bisnis perlengkapan alat mandi yang sedang berkembang. untuk lebih bisa meningkatkan perkembangan bisnis ini, maka chemical bisnis mencari relasi bisnis. yang mau ikut join bisa menghubungi kami di sukolilo regency park A-11…terima kasih..salam sukses


“sae klin” deterjen buatan mahasiswa ITS

Juli 1, 2009

“sae klin” merupakan produk deterjen yang diproduksi oleh sebuah tim dari mahasiswa ITS surabaya. “sae klin” mempunyai kelebihan diantaranya:
1. ramah lingkungan
2. daya cuci lebih bersih
3. harga sangat murah
4. ada desain khusus untuk mesin cuci dan untuk mencuci dengan tangan
5. lebih lembut

bagi siapapun yang ingin menjadi distributor bisa kirim ke email : saeque@gmail.com
atau bisa langsung datang ke kantor kami di : SUKOLILO PARK REGENCY A-11


ZEOLIT

April 18, 2009

Zeolit pertama kali dikenal oleh seorang ahli mineral bangsa Swedia pada tahun 1756 bernama B.A.F. Cronsted. Nama zeolit sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu zeo (mendidih) dan lithos (batuan). Jadi zeolit artinya batuan yang mendidih dan mengeluarkan uap jika dipanaskan.
Zeolit alam yang karakteristik dalam hal kristalinitas, ukuran pori, sesuai dengan struktur dan komposisi Si atau Al. Struktur zeolit yang berpori dengan molekul air didalamnya, melalui pemanasan menyebabkan molekul air mudah lepas sehingga menjadikan zeolit spesifik sebagai adsorben, molecular sieving, penukar ion, dan katalisator (Mumpton, 1978).
Karakteristik yang unit inilah menyebabkan zeolit banyak manfaatnya, di bidang pertanian, sebagai soil kondisioner dan pelepas lambat pupuk, di perikanan, sebagai penyerap unsur-unsur beracun hasil sekeresi binatang, di bidang industri sebagai penyerap bau-bauan, water treatmen, penyaring limbah dan lain sebagainya.
Baca entri selengkapnya »


ZEOLIT ZSM-5

April 7, 2009

zeolit ZSM-5 utamanya digunakan untuk interkonversi hidrokarbon, contohnya adalah meta-xylena menjadi para-xylena. tetapi katalis serbaguna tersebut telah ditemukan pula sebagai pusat dari proses konversi metanol-gasoline terletak pada zeoit ZSM-5. ZSM-5 adalah zeolit dengan rasio silika dan alumina yang tinggi. substitusi sebuah ion aluminium (Al3+) untuk sebuah ion silikon (Si4+) memerlukan tambahan satu proton. tambahan proton memberikan zeolit mempunyai keasaman yang cukup tinggi, yang mana berakibat pada aktivitasnya. ZSM-5 merupakan material high porous dan diseluruh strukturnya itu mempunyai sebuah struktur poti dua dimensi yang menyilang. ZSM-5 mempunyai dua jenis pori, keduanya dibentuk oleh oksigen cincin enam. yang pertama dari jenis pori ini adalah berbentuk lurus dan ellip. dan yang kedua adalah porinya lurus pada sudut kanan, polanya zig-zag dan melingkar.


ZSM-5 SEBAGAI KATALIS UNTUK KONVERSI METANOL-GASOLINE

April 6, 2009

Selama krisis energi dari tahun 1970 sampai 1980, bahan bakar alternative dari minyak sangatlah penting. Sampai saat ini, hanya ada dua proses sintesis bahan bakar yang sangat baik untuk dikomersialkan. Yang pertama adalah proses Bergius dimana menggunakan lumpur minyak/batubara dan katalis besi (Fe) untuk memproduksi minyak mentah sintetik. Yang kedua adalah proses Fisher-Tropsch, dimana memproduksi hidrokarbon dari batubara. Kedua proses ini memproduksi hidrokarbon dengan selektifitas dan kualitas yang rendah. Problem ini diatasi dengan mengonversi methanol menjadi gasoline. Proses konversi methanol menggunakan katalis zeolit dengan selektifitas tinggi membuat kemungkinan akan menghasilkan kualitas yang baik, gasoline dengan bilangan oktan yang tinggi.
Proses konversi ini masih dijumpai adanya kekurangan. Zeolit ZSM-5 digunakan sebagai bahan tambahan untuk mengoversi methanol menjadi bahan bakar. Proses ini malah menghasilkan dimetil-eter, yang mana dengan menaikkan space time akan dihasilkan olefin (alkena) dan kemudian paraffin (alkana) dan aromatic. Campuran terakhir dari olefin dan aromatic inilah yang dikenal sebagai GASOLINE.


PENGOTOR TINGGI, ABU LAYANG PAITON BISA DIJADIKAN ZEOLIT A

April 5, 2009

Secara umum zeolit dapat didefinisikan sebagai kristal aluminosilikat, dengan struktur framework tetrahedral, dan rongga-rongga yang diisi oleh kation-kation dan molekul air. Kation-kation dan molekul air pada rongga cukup bebas bergerak sehingga terjadi pertukaran kation dan dehidrasi yang reversible. rumus empirik zeolit dapat ditulis sebagai Mx/n [(AlO2)x (SiO2)y.wH2O.
abu layang atau fly ash merupakan sumber Si dan Al dalam sintesis zeolit, tetapi zeolit hasil sintesis ini mempunyai sifat yg berbeda yang meliputi kristalinitas, nilai ion exchange, dll. kristalinitas dipengaruhi oleh suhu dan waktu hidrotermal. kemurnian yang berbeda-beda tergantung dari kandungan dari fly ash/abu layang yang digunakan. zeolit A dengan kemurnian tinggi dapat disintesis jika fly ash yang digunakan mengandung Si dan Al dengan persentase yang tinggi dan sedikit pengotor. menurut teori, abu layang paiton sulit dikonversi menjadi zeolit A karena persentase Si dal Al sangat rendah sedangkan persetase pengotornya sangat tinggi. untuk mereduksi pengotornya dibutuhkan chemical yang sangat banyak dan sangat mahal.tetapi dengan dilakukan berbagai cara, akhirnya abu layang paiton bisa diubah menjadi menjadi zeolit A dengan mudah yang mempunyai nilai jual sangat tinggi. artikel ini bisa dijadikan rujukan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang sintesis zeolit A dari abu layang yang lain, yang mempunyai kualitas baik, kandungan Si dan Al tinggi sehingga akan didapatkan zeolit A dengan kemurnian tinggi dan nilai jual yang lebih tinggi.


PENGARUH KOMPOSISI NaOH PADA KONVERSI ABU LAYANG BATUBARA PAITON MENJADI ZEOLIT A

Februari 22, 2009

Abstrak

Konversi abu layang batubara menjadi zeolit merupakan salah satu alternatif pemanfaatan abu layang batubara. Pada penelitian ini, zeolit A murni telah berhasil disintesis dari abu layang batubara Paiton melalui perlakuan pemisahan magnetik dan metode fusi alkali menggunakan NaOH untuk aktivasi Si dan Al dalam abu layang dengan variasi rasio NaOH/FA = 0,8; 1,0; 1,2 dan 1,4. Kelarutan Si dan Al terbesar didapatkan pada rasio NaOH/FA = 1,4. Gel dipreparasi dengan rasio SiO2/Al2O3 = 1,64 melalui penambahan NaAlO2 sebagai sumber Al. Kristalisasi dilakukan pada suhu 100oC salama 24 jam. Hasil karakterisasi dengan menggunakan XRD dan FTIR, menunjukkan keseluruhan produk adalah zeolit A. Hasil produk terbanyak didapatkan dari rasio NaOH/FA = 1,4 tetapi kristalinitas tertinggi didapatkan dari rasio NaOH/FA = 0,8. Nilai kapasitas pengikatan kalsium (CBC) zeolit dengan rasio NaOH/FA 0,8 adalah paling tinggi yaitu 296,16 meq/100gr .


ZEOLIT A SEBAGAI BUILDER DETERJEN

Desember 29, 2008

Pada umumnya, deterjen mengandung bahan-bahan Surfaktan, Builder, Filler dan Additives. Builder (Pembentuk) berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menonaktifkan mineral penyebab kesadahan air. Empat katagori builder :
a. Phosphates : Sodium Tri Poly Phosphate (STPP)
b. Acetates : Nitril Tri Acetate (NTA), Ethylene Diamine Tetra Acetate (EDTA)
c. Silicates: Zeolite
d. Citrates : Citrate acid

Sampel zeolit A dalam bentuk murni dengan kristalinitas yang tinggi disintesis melalui perlakuan hidrotermal dari abu layang batubara. Kapasitas ikatan kalsium dari zeolit A tersebut dan kualitas pendorong detergen dari zeolit A diuji coba dalam pemakaian zat penyusun detergent (builder detergent). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sampel zeolit A bersifat serupa sebagai salah satu pendorong dalam pemindahan ion kalsium selama siklus pencucian. Maka dari itu, dari uji coba, hasil tersebut menunjukkan bahwa sampel zeolit A melepaskan unsur-unsur seperti (Sb, As, Se dan Tl). Ini menunjukkan bahwa pengaruh toksilogi dari abu layang batubara yang diubah menjadi zeolit A tidak berdampak buruk pada sampel komersial.
Penggunaan STTP (sodium tripolofosfat) pada detergen sabun cuci sebagai builder diketahui sebagai salah satu sumber utama pengendapan fosfat di dalam air (Bhatt, 1995). Siklus fosfat melepaskan kalsium dan magnesium ke air dengan tujuan untuk pelarutan, pengemulsi, pelarutannya ramah terhadap lingkungan dan berperan sebagai pengganti surfaktan. Karena STTP berdampak membahayakan lingkungan, maka zeolit A digunakan sebagai alternatif builder detergent untuk merubah STTP. Dibandingkan dengan fosfat, zeolit A dapat ditambahkan untuk mencegah pembentukan kelarutan garam anorganik yang sangat sedikit, ini adalah faktor utama dalam pembentukan lapisan kotor pada bahan tekstil.


Uji Kinerja Katalis ZSM-5 dalam Konversi Aseton menjadi Hidrokarbon Aromatik

Desember 21, 2008

abstrak
Aseton merupakan senyawa organik yang dapat diproduksi dari proses fermentasi maupun dari hasil reaksi katalitik produk turunan biomassa. Akan menjadi suatu skema rute baru, apabila dari senyawa aseton tersebut dapat ditransformasi menjadi senyawa hidrokarbon aromatis. Senyawatersebut merupakan bahan baku utama yang penting dalam proses industri petrokimia. Apabila proses katalitik untuk produksihidrokarbon tersbut dapat diupayakan, maka dimasa depan bisa melepas ketergantungan pada minyak bumi.Penelitian ini bermaksud untuk mengembangkan proses reaksi katalitik untuk memproduksi senyawa monoaromatik dari aseton menggunakan katalis ZSM-5. Reaksi dilakukan didalam reaktor pipa pada suhu 673 K, space velocity 4 h-1, bertekanan atmosferik. Tiga macam sampel katalis ZSM-5 dengan rasio Si/Al=25, 75 dan 100 diuji kinerjanya untuk dievaluasi konversi, yield aromatik serta kestabilan kinerjanya (catalytic durability test) selama 10 jam.Hasil pengujian memperlihatkan ketiga katalis tersebut memiliki kinerja yang hampir sama selama 2 jam uji reaksi. Konversi aseton hampir mendekati 100 %, dengan yield diatas 70 %. Namun, katalis ZSM-5 rasio Si/Al=25 masih mampu mempertahankan kemampuan kinerjanya, sedangkan katalis ZSM-5 dengan rasio Si/Al=75 dan 100, lebih mudah mengalami deaktivasi. Hasil karakterisasi permukaan katalis baik sebelum maupun sesudah reaksi, memperlihatkan ketiga rasio katalis ZSM-5 tersebut semuanya mengalami penurunan luas permukaan katalis (luasan total maupun luasan pori katalis). Oleh karenanya, deaktivasi katalis tersebut sangat dimungkinkan karena terbentuknya kokas dan menutupi pori-pori katalis (pore blocking).
Kata kunci : Konversi aseton; rasio Si/Al; aromatik; ZSM-5, deaktivasi


PENGARUH KONSENTRASI NaOH DALAM SINTESIS ZEOLIT A MURNI DARI FLY ASH MENGGUNAKAN METODE DUA TAHAP

Desember 18, 2008

ABSTRAK
Sintesis zeolit A murni diketahui dengan menggunakan empat konsentrasi larutan NaOH untuk melarutkan sumber Si dari fly ash dan dengan penambahan sumber Al, untuk membuat gel awal. Hasil percobaan menunjukkan, untuk metode dua tahap, bahwa konsentrasi NaOH dalam gel awal berperan penting dalam sintesis zeolit A bentuk murni dengan menggunakan fly ash sebagai bahan mentah. Umumya zeolit A bentuk murni dapat disintesis ketika digunakan kondisi berikut : konsentrasi NaOH 1.67, 5 dan 6.67 M, temperature sintesis 100°C, waktu kristalisasi yang sesuai 340, 250 dan 190 menit. Namun terdapat fase campuran zeolit A dan X yang diperoleh pada kondisi 3.33 M NaOH selama berbagai waktu kristalisasi. Didapatkan bahwa semakin tinggi konsentrasi NaOH yang digunakan semakin pendek waktu kristalisasi zeolit A yang diperlukan dan semakin sempit distribuasi ukuran partikel zeolit A yang dicapai. Selain itu, dalam study kami, kristal submikron zeolit A awalnya disintesis dari fly ash menggunakan metode dua tahap.
Kata kunci : konsentrasi NaOH, Zeolit A, Fly ash, Kristal Submikron, Metode dua tahap